Thursday, 11 March 2010
MORNING BLUE
dan kau juga
telah meraihnya
melesat meninggalkanku
untuk mengimbangi saja,
aku kepayaha..
aku lelah
tapi aku takkan menyerah
jika kau berjalan,
aku kan ikut berjalan
jika kau berlari,
aku pun akan ikut berlari
jika kau berhenti
karena telah sampai ditempat tujuanmu
aku kan tetap berlari
mengejarmu
agar aku juga segera sampai
ditempat tujuanku
karena janji itu
aku bersaksi
bahwa pagi sedih ini
rak akan ada lagi
maka seterjal apapun
jalan untuk mengejarmu
dan seberat apapun beban
yang ku pikul
demi mengimbangimu
tak akan sebanding dengan
terpenuhinya janji
dibawah langit pagi biru itu
maka...
selama apapun aku
dapatkah kau menungguku?
agar aku bisa imbangi langkah mu
dan
berdiri tegap
sejajar dengan mu
disana
dibawah langit pagi biru..
Morning Blue
Caesar Cafe Amplaz
16 Februari 2010
untuk seorang teman:
bagiku, kesuksesanmu adalah
ke- irianku serta Motivasiku
untuk maju...
Friday, 25 September 2009
London, Pencinta musik jazz Norwegia dikabarkan terpukau oleh penampilan musik gamelan “Shokbreker” yang dipadukan dengan musik jazz kontemporer yang dibawakan oleh kelompok musik dari Indonesia dan Norwegia. wah ternyata limbah kendaraan satu ini (Shokbreker) bisa berbunyi merdu kalau diolah oleh tangan-tangan kreatif.
Sekretaris Tiga Pensosbud KBRI Oslo, Febby Fahran mengatakan kepada Antara London, hari selasa, Anggukan kepala dan tepuk tangan meriah penikmat musik jazz mewarnai setiap penampilan Gamelan Shokbreker pada Sami Festival di kota Kautokeino, Norwegia Utara yang berlangsung sejak 7 hingga 21 April. Selain itu gamelan Shokbreker juga diberi kesempatan tampil di National Jazz Scene di gedung kesenian terkemuka di kota Oslo.
Personel Gamelan Shokbreker yang terdiri dari Patrick Shaw Iversen (composer, flutes, electronics), Peter Baden (electronics, percussion), Kenneth Ekornes (percussion) dari Norwegia, dan Ismet Ruchimat (gamelan, suling, gendang). Dalam setiap penampilannya memadukan musik tradisional gamelan Indonesia dengan Jazz kontemporer. Rita Tila, vokalis dari Indonesia juga turut melantunkan lagu tradisional Jawa Barat seperti Es Lilin dalam perpaduan alunan musik Jazz dan dentingan gamelan Sunda.
Kolaborasi musisi dua negara ini telah terbina sejak tahun 1994 atas bantuan fasilitas dari KBRI Oslo.
sumber dan foto : kompas.com
Peringatan 20 Tahun Gamelan di Eropa
"Seniman asal Solo, Rahayu Supanggah, tampil sebagai pembicara kunci dalam simposium itu," ujar Gamelan Advisor Southbank Centre, Sophie Clark, kepada ANTARA di London, Kamis.
Rahayu Supanggah, yang mantan Rektor Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Solo dan juga doktor lulusan Sorbonne, Perancis, itu merupakan orang pertama yang memperkenalkan gamelan di Kerajaan Inggris pada 1987.
Ia juga meraih penghargaan Komposer Terbaik lewat "Opera Jawa" garapan Garin Nugroho pada Festival Film Asia (AFA) di Hongkong.
Dalam simposium itu juga tampil sebagai pembicara pendiri kelompok gamelan Southbank Gamelan, Alec Roth, bersama pengajar Royal Holloway University of London, Matthew Isaac Cohen, yang membahas refleksi alat musik dari gamelan mulai dari RM Jodjana sampai saat ini.
Raden Mas Jodjana adalah seniman Jawa yang menciptakan tari modern dan dipuji di forum dunia. Kini ia menetap di negeri Belanda dan membuat wajahnya seperti topeng.
Pembicara lainnya dalam simposium berbiaya itu antara lain Laura Noszlopy dari Royal Holloway University of London, Andy Channing dari kelompok Musik Gamelan Bali dan kelompok Lila Cita
Cathy Eastburn dengan proyek "Good Vibrations", yang memperkenalkan gamelan di penjara Inggris, menceritakan pengalamannya mengajarkan gamelan kepada para penghuni penjara.
Ia tampil sebagai pembicara dalam diskusi "Gerd Grupe", bersama Rainer Schuetz dari "Gamelan in Graz/Virtual", karawitan "University of the Arts" (KUG) Graz, Austria.
Menurut Sophie Clark, musik gamelan diajarkan sejak dini di berbagai sekolah di Perancis dan di Inggris.
Dalam rangkaian peringatan 20 tahun Southbank Gamelan London juga diputar film Opera Jawa oleh The British Film Institute (BFI), serta workshop gamelan, dimana pengunjung dapat mencicipi alat musik gamelan serta permainan wayang dipandu oleh Ali McCaw and The Keswick Stones.
Pada acara puncak peringatan 20 tahun Gamelan itu digelar pula pertunjukan wayang kulit semalam suntuk, membawakan lakon Mahabarata dengan dalang Ki Purbo Asmoro, diiringin gamelan Southbank Gamelan yang dipimpin oleh Rahayu Supanggah.
Royal Festival Hall, Southbank, London Tiga dibuka kembali tiga bulan lalu, setelah direnovasi selama setahun. Pada saat itu digelar gamelan secara marathon yang diikuti oleh karawitan di Kerajaan Inggris dan Skotlandia. (*)
Monday, 17 August 2009
mail merge
2. Klik letters and mailings
3. Klik mail merge wizard
4. Klik letters
5. Klik next starting document
6. Klik use the current document
7. Klik next select recipients
8. Klik use an existing list
9. Klik browse
10. Cari data
- Pada look in klik missal my document11. Klik select all, klik ok
- Klik folder missal diklat PPKT, klik open
- Klik nama file missal data
- Klik sheet1, klik ok
12. Klik next : write your letter
13. Tempatkan kursor pada tujuan
14. Klik more items....
15. Klik data yang sama missal nama
16. Klik insert, klik close
17. Klik preview your letters
18. Klik next : complete the merge
19. Klik edit individual letters
20. Klik all, klik ok
21. Simpan data
22. Untuk melihat hasil klik file, klik print preview
2. Klik letters and mailings
3. Klik mail merge wizard
4. Klik letters
5. Klik next starting document
6. Klik use the current document
7. Klik next select recipients
8. Klik type a new list
9. Klik create
10. Klik customize
11. Klik delete, Klik yes (sampai field name bawaan habis)
12. Klik add
13. Pada type a name for your field ketik misal nama, klik ok
Catatan :14. Klik ok
Tata cara pemberian nama field
Bila lebih dari satu kata dipisah menggunakan underline tidak menggunakan spasi
Contoh : Tempat_tanggal_lahir
15. Isi record
16. Klik new entry untuk menambah record baru
17. Klik close
18. Simpan
19. Klik select all, klik ok
20. Klik icon insert merge fields
21. Pilih record yang sesuai misal nama
22. Klik insert, klik close
23. Klik icon view merged data
24. Klik icon previews record
25. Simpan data
Saturday, 1 August 2009
ILLUTION
THE DAY OF REVOLUTION
Drug’s Not Again
“DNA” adalah nama sebuah band anti narkoba yang dibentuk oleh Badan Narkotika Kabupaten. Band ini hanya beranggotakan 3 orang mahasiswa, bernama Arga Bagus, dan Ari. Mereka menyelengarakan berbagai pagelaran untuk mengkampayekan anti narkoba itu disekolah- sekolah. Suatu hari mereka bertemu dengan dua orang gadis kembar, bernama
Tawaran pun datang dari pihak DNA,
Awal perjalanan DNA pun dimulai, sebagai sebuah band yang dibentuk BNK, DNA memiliki misi untuk dapat menjadi informan bagi BNK tentang para pengedar narkoba. Informasi itu didapat ketika DNA tampil diskotik ke diskotik, atau dengan interaksi dengan teman- teman BNK yang menyamar menjadi pegawai diskotik tersebut. Diantaranya ada Taufiq, Wina, Didi dan Ririn yang ditugaskan mencari informasi para pengedar sama seperti DNA, hanya penyamaranya saja yang berbeda. Tentu hal seperti ini adalah tugas yang berat dan merahasiakan status DNA sebagai anak dari BNKbukan hal yang mudah. DNA tentu masih bisa menjalani tugas penting tersebut.
Selama berbulan- bulan para anggota bersama, beberapa kasus pun terungkap, bukan hanya itu benih- benih cinta pun muncul diantara mereka. Bagus dan Ari ternyata memendam rasa pada
Berhari- hari Gray tidak terlihat ia menghilang begitu saja. Aktivitas DNA masih seperti biasa. Hanya saja
Setelah menjalani beberapa pengobatan akhirnya
Didi telah menjadi korban. Ia meninggal dalam perjuangannya menyelamatkan
Beberapa tahun kemudian.
DNA bertambah terkenal, personilnya kembali tiga orang. Taufiq, Wina dan Riri kini menjadi staf DNA, sedangkan
Hari ini konser pertama DNA diperayaan 17- an. Acara ini sekaligus mengesahkan DNA sebagai band narkoba pertama yang mewujudkan perlawanan kepada narkoba secara nyata. Saat pengesahan inilah Arga melihat
tamat
Friday, 22 May 2009
materi tambahan
Perubahan Paradigma Media
Media
Paradigma media
Perubahan paradigma itu seharusnya diikuti pula oleh perubahan pada diri sang jurnalis. Jurnalis tidak lagi cukup hanya mengandalkan kerja keras tetapi juga harus bekerja cerdas.
Dengan demikian maka media pun dapat mengajak masyarakat (audiences) pada sesuatu yang penting. Dari soal pendidikan, jalanan berlubang, perumahan yang kebanjiran, dan lain-lain, masyarakat diajak paham dan terlibat. Media yang memberitakan suatu peristiwa (misalnya: pendidikan) secara dangkal, semborono, dan tidak lengkap, sering disebut tidak akurat dan tidak cover both sides. Ini berbahaya bagi masyarakat sehingga harus dihindari. (fri@journalist.com)
Manajemen Majalah Dinding Sekolah
By M Djufri Rachim
Redaktur Pengembangan SDM dan Riset Harian Kendari Pos
/Direktur Journalist Course Centre (JCC) AJI Kendari
Disampaikan Lokalatih Dasar-dasar Jurnalistik Lingkungan bagi Pelajar SMP-SMA Lingkup Wakatobi,
16-17 Desember 2006 yang diselenggarakan DKC Gerakan Pramuka Wakatobi dan LSM Komingku dan Focil.
Majalah dinding sekolah secara sederhana dapat diartikan sebagai salah satu sarana bagi penghuninya (siswa dan/atau guru) untuk menyalurkan bakat dan minat di bidang tulis-menulis. Isinya bisa berupa berita seputar sekolah, opini tentang suatu masalah yang lagi trend, informasi mengenai perkembangan teknologi, dan lain-lain yang merupakan hasil kreasi pengelolanya. Melalui Mading siswa atau guru dapat mengaktualisasikan dirinya, tentu melalui hasil karya sesuai kebutuhan Mading tersebut.
Mading sebagai sarana komunikasi membutuhkan pengelolaan yang baik, sehingga pesan yang disampaikan bisa mencapai sasaran sebagaimana yang diinginkan pengelolanya. Pengelolaan yang baik itu secara sederhana mencakup dua hal; yakni manajemen organisasi dan manajemen redaksional.
Manajemen Organisasi
Mading sebagai organisasi intra sekolah mutlak memerlukan manajemen yang baik. Manajemen organisasi di sini mencakup bidang usaha dan ketatausahaan (administrasi).
Tugasnya adalah membantu kelancaran penerbitan Mading sesuai periode terbit. Bidang inilah yang mengatur keuangan, administrasi, sponsorship, dan segala tetekbengek yang tidak berhubungan secara teknis dengan keredaksian.
Bagian ini dipimpin oleh seorang Pemimpin Umum, dibantu oleh beberapa bagian/seksi, seperti bagian Administrasi, Keuangan, Sponsorship, dll, sesuai kebutuhan Mading. Bagian administrasi bertugas membantu kelancaran administrasi, misalnya surat-menyurat dengan pihak luar atau internal sekolah. Bagian keuangan bertugas mengatur sirkulasi keuangan Mading, misalnya terkait dengan biaya cetak foto, transportasi reporter, dll. Sedangkan bagian sponsorship bertugas mencari pihak sponsor seperti pihak-pihak yang akan beriklan pada Mading.
Manajemen Redaksional
Bagian redaksional merupakan bagian yang mengurus meteri pemberitaan Mading. Bagian ini dipimpin seorang Pemimpin Redaksi yang bertanggungjawab atas pekerjaan yang terkait dengan pencarian dan pelaporan berita. Bagian ini senantiasa disibukkan dengan rapat yang menentukan informasi layak dan tidak layak disiarkan.
Organisasi keredaksian harus diisi oleh orang-orang yang punya pemahaman baik terhadap teknis tulis-menulis.
Strukturnya organisasi redaksi terdiri Pemimpin Redaksi, Redaktur Pelaksana, Redaktur dan Reporter. Pemimpin redaksi bertanggung jawab penuh atas isi/materi Mading. Redaktur Pelaksana akan mengkoordinir tugas-tugas keredaksian melalu para redaktur. Redaktur memberi tugas liputan kepada para reporter, setelah itu melakukan editing atas tulisan reporter sekaligus menentuakan layak tidaknya sebuah tulisan untuk disiarkan. Sedangkan reporter bertugas mencari berita di lapangan, baik ditugaskan oleh redaktur maupun atas inisiatif sendiri.
Bagan Organisasi Mading
Dari dua bagian manajemen tersebut di atas dapat digambarkan bagan organisasi Mading sebagai berikut:
| Pembina |

| Pemimpin Umum |

| Pemimpin Redaksi |

| Bag. Administrasi |

| Bag. Keuangan |

| Bag. Sponsorship |

| Redaktur Pelaksana |

| Redaktur |

| Reporter |

![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
Perencanaan Redaksi
Mutu atau kualitas Mading sangat ditentukan oleh isi (berita, gambar, feature, opini, dll) dari Mading itu sendiri. Sehingga sebaiknya isi Mading pun perlu direncanakan secara matang oleh pengelolanya, khususnya Bagian Redaksi.
Perencanaan keredaksian ini dapat dimulai dari perencanaan liputan yang bisa bersumber dari reporter, redaktur, rredaktur pelaksana atau bahkan pemimpin redaksi. Perencanaan tersebut ditentukan dalam sebuah rapat yang disebut raoar redaksi. Dalam rapat bersama tersebut akan terungkap hal-hal seperti:
- Ide/gagasan liputan
- Penentuan angle/sudut pandang/topik
- Pembagian tugas (Siapa jurnalisnya, siapa nara sumbernya, berapa biayanya, perlu foto pendukung atau tidak?, dll)
- Dead line
Berkaitan dengan peliputan bahan maka beberapa hal yang perlu diketahui:
- Persiapan Reporter
- Pemahaman: Masalah, Peraturan Perundang-undangan, Hukum, dll.
- Peralatan: Tape recorder, alat tulis menulis (note boke = standar internasional), kamera, dll.
- Sumber:
- Studi Pustaka (Literatur: buku-buku, media massa lain, internet, dll)
- Pakar, pengamat, Praktisi
- Pihak terkait (tersangka, pelaku, korban, dll)
- Sumber anonym
- Wawancara:
- Etika wawancara/menemui sumber (memperkenalkan diri = standar normal di lingkungan mana kita berada)
- Berita harus diperoleh secara etis dan terbuka
- Wawancara Telepon
Rubrikasi
Mading perlu menentukan jenis-jenis rubric yang ditampilkan setiap edisi. Rubrik ini sebaiknya bersifat permanent. Umumnya rubrikasi menyangkut:
- Berita Sekolah
- IPTEK
- Surat Pembaca
- Feature (Misalnya tentang lingkungan)
- Cerpen
- Puisi
- Dll.
Setiap rubric mempunyai penanggungjawab seorang redaktur dan memiliki reporter di bidangnya.
Jadwal Terbit
Mading mempunyai jadual terbit atau disebut periode terbit, dapat bersifat, mingguan, dua mingguan atau bulanan. Periodesasi terbit ini harus dilakukan secara konsiten, artinya kalau memilih jadwal terbit mingguan maka setiap minggu (misalnya setiap hari Senin) isi Mading harus berganti dengan materi baru.
Pemilihan jadwal dan periode terbit dilandasi oleh kemampuan pengelola dalam memenuhi besaran halaman yang ada pada Mading. Ukuran Mading harus disesuaikan dengan jumlah personil pengurus.
Tata Letak (Lay Out)
Penataan Mading atau disebut lay out sangat penting untuk menarik minat pembaca. Boleh jadi isi beritanya biasa-biasa tetapi karena llay out-nya bagus maka orang pun akan tertarik untuk membaca materi yang ditampilkan pada Mading.
Unsur-unsur yang perlu diperhatikan dalam lay out Mading:
- Bentuk fisik Mading (ukuran dan bahan Mading)
- Iklan yang akan dimuat (jumlah, ukuran dan gambarnya)
- Berita/pendapat (ukuran panjang)
- Gambar (foto, lukisan, karikatur), ukuran dan isinya.
- Huruf (jenis dan ukuran yang digunakan)
- Line (tebal, tipis, putus-putus, atau titik-titik)
- Warna (hitam atau banyak warna)
Unsur-unsur tersebut harus dikombinasikan satu sama lain dalam satu kesatuan Mading sehingga halaman (kolom) tersebut mencerminkan satu kesatuan yang indah.
Selain memperhatikan unsure-unsur tersebut di atas, dalam mendesain Mading perlu memperhatikan beberapa aturan dasar:
- Kita perlu tahu bahwa desainer ini ditujukan bagi pembaca. Fokus kita selalu pada pembaca, walaupun kita sendiri punya ide-ide atas dekorasi atau tampilan Mading namun kita selalu bertanya, apakah dengan tampilan demikian pembaca masih mau melihat Mading kita besoknya?
- Tampilan kita buat sesederhana mungkin. Dari kesederhanaan kita sodorkan sesuatu yang mudah dimengerti pembaca.
- Kita membuat pembaca langsung fokus terhadap sesuatu yang kita tampilkan. Apakah itu berupa berita atau foto, yang dapat dilihat dari segi huruf (tipe, size, warna, dll) dan ukuran besar kecilnya foto.
- Tampilan halaman jangan ada sesuatu objek yang bersaing antara satu dengan lainnya.
- Mempunyai standarisasi terhadap suatu besar kecilnya kolom. Waspadai kolom yang terlalu lebar. Juga waspadai berita yang terlalu panjang dan juga terlalu pendek.
- Pilihan warna untuk membantu desainer.
- Harus punya standar jarak antara judul dan isi berita, antara berita dengan berita, dan antara berita dengan iklan.
- Konsisten terhadap judul yang center atau rata kiri dari halaman ke halaman dan dari edisi ke edisi.
- Jangan paksakan huruf-huruf yang harus termuat, utamanya untuk judul yang kata-katanya terlalu panjang sehingga harus merapatkannya atau menariknya menjadi panjang untuk judul yang terlalu pendek.
- Antara logo (bener) dengan headline usahakan jangan bersaing antara satu dengan lainnya.
- Foto harus mempunyai tingkatan dari segi ukuran yang ditampilkan pada setiap halaman. Kredit foto harus ditulis secara konsisten pada setiap halaman dan setiap edisi.
Evaluasi
Setiap Mading selesai diterbitkan, maka segenap pengelola harus segera melakukan evaluasi. Dalam evaluasi itu akan dilihat apa-apa yang kurang dalam tampilan kali ini sehingga menjadi bahan perbaiki untuk edisi selanjutnya.
Pengelola Mading juga wajib memperhatikan saran dan kritik dari pembaca, sebagai bahan evaluasi. (fri@journalist.com)
dari lomba mading smk
Beberapa Pemahaman Dasar Jurnalis
Setiap jurnalis dalam melaksanakan tugas sama saja. Apakah ia bertugas di bibidang pendidikan atau bidang lainnya, mempunyai standar kerja liputan yang sama. Bukankah karya jurnalistik bidang pendidikan juga dapat berupa straight news, investigative reporting, indept news, reportase, human interest news, artikel, foto, dan grafis.
Karena itu maka jurnalis di bidang pendidikan juga dituntut untuk mengenal dan memahami hal-hal berikut:
Paham Profesi
l Sudah pasti menjadi seorang profesional harus memahami pekerjaannya.
l Wartawan paham apa straight news, investigative reporting, indept news, reportase, human interest news, artikel, foto berita, dan grafis yang bernilai berita.
l Paham doktrin ‘’berita bukanlah sebuah kalender, seperti matahari setiap pagi terbit di Timur’’. Berita harus (seperti) ‘’matahari terbit di barat’’, atau ‘’orang menggigit anjing’’. Sebuah berita standar harus memenuhi syarat-syarat jurnalistik (5W + 1H), tujuan jurnalistik (memikat untuk dibaca), dan laku dijual (merangsang orang untuk membeli).
l ‘Berita heboh’’, harus paham aspek how to gate, how to write, dan how to present.
Paham Berita
l Berita bukan fiksi. Berita selalu berdasarkan fakta. Fakta terdiri dari fakta pribadi dan fakta publik. Berita selalu menyangkut fakta publik, bukan fakta pribadi. Fakta publik mencakup fakta empirik dan fakta psikologis.
l Fakta empirik itu peristiwa riil terjadi; kebakaran, banjir, longsor, mati lampu, penggusuran, bencana alam, angin taupan, pembunuhan, diskusi, seminar, lokakarya, demonsrtasi, atau gantung diri. Wartawan ‘haram’ mengabaikan atau tidak meliput fakta empirik, walaupun bukan pos liputannya.
l Wartawan ‘’haram’’ menulis berita fakta empirik jika tidak datang langsung ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).
l Tidak sepantasnya wartawan tidak mengetahui dan memahami berita dan fakta pribadi, fakta publik, fakta empirik, dan fakta psikologis.
Satu Berita Banyak Sumber
l Menurunkan satu berita harus dari banyak sumber. Satu sumber untuk banyak berita adalah tindakan yang asal-asalan, bukan standar Profesional. Sumber harus yang kredibel, punya integritas dan kepakaran/ketokohannya diakui oleh masyarakat.
l Sembarang sumber adalah tindakan merusak citra dan kredibilitas Profesional, dan wartawan/reporter yang bersangkutan merendahkan martabatnya sendiri. Terkait di sini, wartawan harus mendalami setiap persoalan yang sedang diliput agar dapat menggali banyak informasi yang menarik, bernilai berita dan dengan mudah dapat menemukan angle lain yang unik dan memikat pembaca.
Utamakan Data, Investigasi dan Analisis
l Wartawan malu jika beritanya hanya berkisar pada ‘’talking news’’. Harus lebih banyak menyajikan data, doyan melakukan investigasi dan akurat dalam menyajikan analisis sebuah persoalan.
l Sudah bukan zamannya sebuah berita sekadar memberi informasi. Sebuah berita sudah selayaknya kaya informasi sekaligus memberi motivasi dan inspirasi, bahkan dapat menimbulkan empati bagi para pembaca. Hanya dengan demikian karya jurnalistik menjadi menarik, punya karakter, dan mampu membentuk fanatisme pembaca terhadap media. Jika hanya berkutat pada berita ‘’talking news’’, itu hanyalah ”wartawan kelas majalah dinding”.
Prosedur Berita Harus Benar
l Apapun beritanya, harus dibuat atas motivasi yang baik, bukan untuk menghancurkan, apalagi merusak reputasi seseorang.
l Niat baik itu tercermin pada tata cara memperoleh berita, menulis berita, dan menyajikan berita.
l Sebuah berita harus diperoleh melalui cara-cara yang benar, disajikan dengan cara-cara yang benar dan penyajiannya dilakukan dengan tata cara yang benar.
l Sebuah berita yang tidak mengandung kebenaran dapat saja terjadi. Tetapi yang tidak boleh terjadi adalah tata cara dan prosedur memperoleh, menulis dan menyajikan berita yang keliru. Sepanjang niat baiknya untuk mengungkap kebenaran, menyangkut kepentingan publik, dan sudah dilakukan dengan cara-cara dan prosedur perolehan, penulisan dan penyajian berita yang benar, kekeliruan dalam sebuah berita tidak bisa divonis sebagai sebuah niat jahat jurnalis. Sebaliknya, kebenaran (untuk kepentingan) publik yang tidak diberitakan seharusnya menjadi kesalahan jurnalistik yang sulit dimaafkan.
Berpandangan Positip
l Wartawan setiap hari berinterkasi dengan berbagai macam orang dari berbagai lapisan, status sosial, latar belakang, dan kepentingan. Harus melihat siapa saja dari perspektif positif. Wartawan tidak boleh menganggap remeh seseorang, meskipun jelas-jelas dia adalah seorang koruktor, misalnya, atau tersangka narkoba.
l Wartawan harus tetap respek kepada sifat kemanusiaan yang melekat pada setiap insan. Ini akan menjadi modal dasar yang paling berharga untuk bisa menjalin hubungan dengan siapa saja, sekaligus modal untuk saling memahami profesi dan posisi masing-masing. Harus selalu diupayakan bahwa seberapa kritis pun wartawan terhadap suatu persoalan, atau ‘segila’ apapun wartawan ‘mengobok-obok’ sumber berita, mereka akan memahami posisi wartawan dan menghargai wartawan sebagai profesi terhormat dan bermartabat.

Recent Comments
Recent Comments